6 Akibat Buruk Akibat Kurang Tidur

Sekitar 40 % rakyat dunia tidur kurang dari 7 jam tiap malam, menurut jajak pendapatan terkini dari Gallup. Padahal, kurang tidur dapat berdampak buruk terhadap badan serta pikiran, seperti diulas menjadi berikut.

Mudah terserang penyakit
Bila merasa sering sakit baru-baru ini, coba periksa lagi apakah Kamu telah mempunyai waktu tidur yang cukup serta berkualitas. Laporan dari Archives of Internals Medicine pada tahun 2009 mengatakan, orang yang tidur kurang dari 7 jam dalam sehari akan lebih mungkin terserang flu dibanding mereka yang tidur 8 jam ataupun lebih.

Sakit perut
Berdasarkan World Journal of Gastroenterology yang release 2013, 1 dari 250 warga Amerika Serikat mengalami sakit perut akibat dari kurang tidur. Kebiasaan buruk tersebut pun menambah resiko inflamasi usus, asam refluks, serta sindrom radang usus.

Mood swing
Suasana hati tidak menentu atau mood swing pun juga dapat di alami seseorang yang kurang tidur. Team peneliti dalam laporan di Journal Sleep pada tahun 2005 menyatakan, tak cukup tidur akan membuat orang jadi lebih mudah tersinggung serta merasakan sejumlah emosi negatif.

Kesulitan belajar
Kurang tidur yang mengganggu kemampuan seseorang untuk dapat mengingat serta memproses baru. Itulah sebabnya para ilmuan merekomendasikan untuk memulai jam kerja serta jam sekolah lebih siang yang mana terbukti meningkatkan produktivitas serta nilai test, menurut penelitian di Nature Neuroscience 2000 lalu.

Penglihatan memburuk
Hobi bergadang tidak cuma mengakibatkan migrain serta sakit kepala, namun itu juga berpengaruh pada gangguan penglihatan. International Journals of Occupational Medicines and Environmental Health mengaitkan efek kurang tidur dengan tanda-tanda tunnel vision, penglihatan dual, pandangan kabur, tidak fokus, sampai halusinasi.

Masalah berat tubuh
Momok masalah berat tubuh pun menghantui kalau kita kurang tidur, menurut laporan yang di rilis Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism. Soalnya, mereka yang kurang tidur akan lebih mungkin mengalami ketidakseimbangan pada hormon yang membuat nafsu makan bertambah serta cenderung mengasup makanan tinggi kalori.