Alasan Ilmiah di Balik Tanda-tanda Menstruasi yang Parah

Tanda-tanda menstruasi yang cukup parah pada beberapa perempuan sebenarnya dikarenakan oleh kondisi yang di sebut juga dengan Premenstrual Dysphoric Disorder atau disingkat PMDD. Kondisi ini mempengaruhi 2 sampai 5 % perempuan diseluruh dunia. Serta faktanya, ada keterkaitan genetik yang mengakibatkan mereka sering mengalami mood swing.

Sebuah study baru yang di lakukan oleh National Institute of Health, menemukan kalau beberapa perempuan dengan gen kompleks n akibat dari PMDD, menjadi lebih mudah terhadap depresi, kecemasan, serta rasa mudah tersinggung. Para peneliti berkata, hal ini menunjukkan ada lebih banyak bukti kalau PMDD mempengaruhi bagaimana kerja sel-sel dalam badan seseorang merespond estrogen serta progesteronnya.

Study yang di publikasikan dalam jurnal Molecular Psychiatry itu melihat bagaimana badan perempuan dengan PMDD bereaksi terhadap hormon estrogen serta progesteronnya, dengan cara “mematikan” serta “menghidupkan” kembali kedua hormon itu.

Hasilnya, saat para peneliti “mematikan” hormon estrogen serta progesteronnya, para perempuan itu melaporkan bahwa tanda-tanda PMDD-nya menghilang. Namun saat para peneliti kembali menghidupkan kembali hormon itu, tanda-tanda menstruasi yang terasa cukup parah pun kembali mereka rasakan.

Tapi selain itu, para peneliti pun juga mengamati sel-sel darah putih para perempuan dengan PMDD, yang menunjukkan ada sel-sel mereka bereaksi secara bertentangan saat terpapar oleh kedua hormon itu, kalau dibanding dengan sel-sel dari perempuan yang tak mempunyai PMDD.

Hingga secara keseluruhan, penelitian ini juga menunjukkan bahwa ada alasan yang biologis kenapa perempuan dengan PMDD mengalami tanda-tanda menstruasi yang cukup parah akibat perubahan hormonnya, seperti yang dikutip dari Womansday, Hari senin (23/1/2017).

“Ini yaitu moment besar untuk kesehatan perempuan, sebab hal ini menunjukkan bahwa perempuan dengan PMDD mempunyai perbedaan intrinsik dalam instrumen molekularnya saat menanggapi hormon seksnya. Jadi kalau Kamu mempunyai PMDD, Kamu bukan cuma sedang `mengalami hari yang buruk` saat mood swing terjadi, namun ini sebab kondisi biologis Kamu,” kata salah 1 peneliti study, Dr. David Goldman.