Cara Kita Mengetik Bisa Bantu Deteksi Penyakit Parkinson

Cara Kamu mengetik, tak cuma memberitahu bahwa Kamu mahir dalam memakai technology, namun pun juga bisa mengungkapkan rahasia tentang otak Kamu, serta di percaya bisa mendeteksi penyakit Parkinson, seperti yang di teliti oleh sekelompok peneliti dari the Massachusetts Institute of Technology atau MIT. Mereka menguji hubungan antar mengetik serta keterampilan motorik.

Study itu tak melihat seberapa cepat ataupun lambat seseorang ketika mengetik, namun seberapa lama jari-jari mereka bisa menekan tiap tombol itu. Para peneliti pun menjelaskan, bahwa tingkat dari seberapa lama Kamu ketika menekan tombol keyboard lalu melepasnya, bisa menunjukkan seberapa cepat otak Kamu dalam mengontrol otot-otot badan.

Saat badan perlu berkiprah, korteks motor di otak akan menyampaikan sinyal melewati otak ke tulang belakang, dimana neuron spinal akan langsung dikirimkan untuk mengaktifkan semua otot-otot di badan. Tapi pada pasien berpenyakit Parkinson, sel-sel yang memproduksi zat dopamin di otak menjadi tak aktif, hingga mengakibatkan masalah motorik seperti tremor serta kesulitan berjalan.

Tapi faktanya orang yang sehat pun juga dapat mengalami hambatan motorik akibat kurang tidur serta kelelahan. Hingga untuk mengetahui apakah seseorang yang mengalami gangguan motorik, para peneliti dari MIT juga membuat algoritma yang bisa memberitahu secara efektif bagaimana seseorang ketika mengetik keyboardnya. Caranya dengan mengukur seberapa lama tombol itu ditekan sebelum akhirnya dilepaskan.

Study menemukan, bahwa algoritma itu bisa membedakan seseorang dengan penyakit Parkinson serta seseorang yang tak mempunyai penyakit itu.

“Selalu ketika mengetik, kita cuma memperhatikan tombol apa yang ditekan, namun tak pernah memperhatikan kapan ataupun berapa lama kita menekannya,” kata salah 1 peneliti, Ian Butterworth, seperti dikutip dari Womansday, Hari selasa (24/1/2017).

Meskipun penelitian ini di fokuskan pada efek kelelahan yang bisa mengakibatkan hambatan motorik, namun para peneliti berkata bahwa cara kita mengetik pun juga dapat menolong diagnosis lebih dini kondisi yang bisa mengganggu fungsi motorik, seperti penyakit Parkinson.

Biasanya, penyakit Parkinson baru terdiagnosis 5 sampai 10 tahun setelah penyakit itu sudah mempengaruhi fungsi badan, serta pun juga efeknya pun telah terlanjur meluas.

Selain bisa mendeteksi penyakit Parkinson jadi lebih dini, para peneliti yakin bahwa metode mereka pun juga bisa berguna saat hendak mencoba mendeteksi penyakit yang lain, seperti rheumatoid arthritis yang pun juga mempengaruhi keterampilan morotik kita.